Sabtu, 20 Oktober 2012

Pergerakan Mahasiswa UGM !





Pergerakan mahasiswa UGM termanifestasi dalam berbagai bentuk. Awalnya adalah DEMA atau Dewan Mahasiswa yang menjadi tonggak mulainya kiprah mahasiswa dalam lingkup internal maupun eksternal. Pada tahun 1978 banyak mahasiswa ikut menentang pemilihan kembali Soeharto sebagai Presiden.Akibatnya, pemerintah mengambil sebuah tindakan. Setelah adanya NKK atau Normalisasi Kehidupan Kampus, pemerintah Orde Baru memberlakukan BKK atau Badan Koordinasi Kemahasiswaan untuk menggantikan DEMA. Sementara itu, mahasiswa terkonsentrasi di tingkat fakultas di bawah Senat Mahasiswa (SEMA) dan Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) tingkat fakultas tanpa adanya koordinasi di tingkat universitas. Menurut kejadian tersebut, terlihat bahwa pergerakan mahasiswa sampai mendapat perhatian dari pemerintah. Walaupun respon pemerintah tidaklah selalu mendukung, setidaknya apa yang diaspirasikan mahasiswa mampu tersampaikan ke sasaran.
Dalam lingkup internal, SEMA pernah merangkul UKM untuk bersatu. Setelah itu berubah nama menjadi FKM atau Forum Komunikasi Kegiatan Mahasiswa. Lalu menjadi SM atau Senat Mahasiswa. Pada tahun 1992 dilaksanakan Kongres II SM UGM yang merupakan tonggak kelahiran Keluarga Mahasiswa (KM) UGM. Memang tidak berjalan mulus dan perbaikan-perbaikan terus dilakukan, salah satunya dengan memposisikan Senat Mahasiswa sebagai Lembaga Legislatif, Badan Eksekutif Mahasiswa sebagai Lembaga Eksekutif, dan Kongres sebagai Forum Pemegang Kedaulatan Tertinggi mahasiswa UGM. Dua tahun kemudian, yaitu pada 1994, ditetapkan adanya pemisahan UKM. Sejak saat itu, UKM merupakan entitas tersendiri yang bertanggungjawab langsung pada rektorat.
Organisasi tersebut hanyalah wadah bagi pergerakan yang dilakukan oleh mahasiswa UGM. Melalui badan-badan tersebut, mahasiswa melakukan aksinya sebagai AGENT OF CHANGE, IRON STOCK, dan, SOCIAL CONTROL. Lewat badan-badan itu, mahasiswa UGM menanggapi isu-isu sosial yang ada dalam masyarakat. Banyak contoh misalkan mahasiswa ikut berdemo dalam menyuarakan aspirasi terhadap kebijakan pemerintah. Mahasiswa juga mengadakan aksi sosial, penggalangan dana, menyelenggarakan debat-debat, seminar maupun diskusi. Misalkan isu yang baru-baru ini diangkat adalah mengenai kebijakan energi. Mahasiswa UGM sebagai orang yang berpendidikan juga merasa bertanggungjawab terhadap permasalahan Negara. Di tengah-tengah kondisi yang semakin buruk ini, mahasiswa UGM dengan kemampuan dan kapasitasnya sebagai penerus bangsa sering terlibat dalam forum-forum yang sesuai dengan bidangnya.

Berikut adalah Organisasi-organisasi Mahasiswa UGM :
  1. Badan Kelengkapan Keluarga Mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang meliputi :
a. Kongres Mahasiswa Universitas Gadjah Mada selanjutnya disingkat KMU. Mewujudkan kedaulatan tertinggi di tangan seluruh mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang setiap tahun mengadakan Sidang Umum Kongres
b. Senat Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (SMU.) Tugas Senat Mahasiswa Universitas Gadjah Mada :
-   Mengawasi Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas
-   Menyerap dan merumuskan aspirasi anggota Keluarga Mahasiswa Universitas Gadjah Mada dan menyalurkan kepada BEMU
- Mengeluarkan memorandum satu dan dua apabila BEMU tidak melaksanakan tugasnya atau menyimpang dari kebijaksanaan KMU
-    Menjalin koordinasi dengan lembaga legislatif di tingkat Fakultas
c. Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada selanjutnya disingkat BEMU. Tugas Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas :
- Melaksanakan segala ketetapan KMU
- Mewakili mahasiswa Universitas Gadjah Mada baik ke dalam maupun keluar UGM
- Menjunjung tinggi AD dan ART KM UGM
d. Senat Mahasiswa Fakultas selanjutnya disingkat SMF
e. Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas selanjutnya disingkat BEMF.
f. Himpunan Mahasiswa Jurusan selanjutnya disingkat HMJ.
2. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)
Tugas pokok UKM merencanakan dan melaksanakan kegiatan ekstra kurikuler di tingkat perguruan tinggi dalam bidang tertentu sesuai dengan tugas dan tanggung jawabny
Fungsi UKM sebagai wahana merencanakan, melaksanakan dan mengembangkan kegiatan ekstra kurikuler di tingkat perguruan tinggi yang bersifat penalaran dan keilmuan, minat dan kegemaran, kesejahteraan mahasiswa serta pengabdian kepada masyarakat.

 Tingkat Fakultas
Badan Kelengkapan Keluarga Mahasiswa Universitas Gadjah Mada di tingkat Fakultas terdiri dari : 
1. Senat Mahasiswa Fakultas disingkat SMF.   
     SMF mempunyai tugas pokok melaksanakan segala ketetapan SPSMF; membuat keputusan-keputusan yang dianggap perlu dalam pelaksanaan GBHK mahasiswa Fakultas; mewakili mahasiswa Fakultas baik ke dalam maupun ke luar Fakultas; dan melaksanakan rapat kerja bersama HMJ sebulan sekali. 

2. Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas disingkat BEMF
      BEMF mempunyai tugas merencanakan dan melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan jurusannya di bawah koordinasi BEMF berdasarkan SPSMF. BEMF berfungsi sebagai pelaksanaan kegiatan di tingkat kejurusan.

3. Himpunan Mahasiswa Jurusan disingkat HMJ, khusus bagi fakultas yang mempunyai jurusan.
      Tugas dan fungsi HMJ. HMJ berfungsi sebagai pelaksanaan kegiatan di tingkat jurusan yang mempunyai tugas merencanakan dan melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan jurusannya di bawah koordinasi BEMF berdasarkan SPSMF.
BEM KM UGM sendiri adalah Lembaga Eksekutif tingkat universitas di UGM. Sebagai sebuah lembaga, tentu saja BEM KM memiliki struktur lembaga yang terdiri dari Presiden, para menteri dan sekretaris serta bendahara.  Beberapa kementerian BEM KM UGM 2012 antara lain Koordinator Kebijakan Eksternal, Kajian Strategis dan Kebijakan, Pengembangan Wacana, Jaringan Komunikasi, Riset dan Data, Kebijakan Internal, Pengabdian Masyarakat, Komunikasi dan Informasi, Aksi dan Propaganda, Advokasi, dan lain sebagainya. Terhitung ada 14 kementerian yang ada dalam BEM KM saat ini. BEM KM UGM tahun 2012 memiliki kabinet Cinta, Cita, dan Karya. 
UGM memiliki lembaga yang bertujuan mewadahi aspirasi mahasiswa tingkat universitas atau yang lebih dikenal dengan BEM KM UGM. Selain di tingkat universitas,di tingkat fakultas juga terdapat beberapa lembaga dengan fungsi yang sama sebut saja BEM KMFA UGM (Fakultas Farmasi), BEM KM FMIPA UGM (MIPA),BEM FEB UGM (Ekonomika dan bisnis),BEM FT UGM (Teknik) dan lain sebagainya. Lembaga tersebut memiliki fungsi yang sama namun berbeda tingkat,model dan struktur dengan BEM KM UGM.
BEM KM UGM turut serta mengawasi jalannya pemerintahan di Negara ini. Misalnya, isu terakhir yaitu tentang Kriminalisasi KPK. Pada tanggal 6 Oktober 2012, BEM KM UGM mnegadakan aksi untuk mendesak Presiden SBY agar membantu KPK dalam penuntasan kasus simulator SIM. Aksi tersebut sebagai bentuk protes atas penyerbuan gedung KPK oleh Polisi dan atas kriminalisasi penyidik lembaga antikorupsi tersebut. aksi itu juga meminta presiden dan seluruh jajaran pemerintahannya segera menyatakan penolakan terhadap upaya kriminalisasi KPK.
 Tidak hanya BEM saja yang mengawasi jalannya pemerintaha di kampus, namun seluruh mahasiswa juga berpartisipasi. Misalnya pada pemilihan rector UGM. Para mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aliansi Peduli UGM menentang aturan dalam pemilihan rector yang dibuat MWA (Majelis Wali Amanat) karena merasa tidak didasarkan pada keadilan.
Itulah penjelasan mengenai Pergerakan Mahasiswa UGM. Jadi tidak hanya BEM saja yang berpartisipasi, tapi seluruh mahasiswa juga turut berpartisipasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar