Pergerakan
mahasiswa UGM termanifestasi dalam berbagai bentuk. Awalnya adalah DEMA atau
Dewan Mahasiswa yang menjadi tonggak mulainya kiprah mahasiswa dalam lingkup
internal maupun eksternal. Pada tahun 1978 banyak mahasiswa ikut menentang
pemilihan kembali Soeharto sebagai Presiden.Akibatnya, pemerintah mengambil
sebuah tindakan. Setelah adanya NKK atau Normalisasi Kehidupan Kampus,
pemerintah Orde Baru memberlakukan BKK atau Badan Koordinasi Kemahasiswaan
untuk menggantikan DEMA. Sementara itu, mahasiswa terkonsentrasi di tingkat
fakultas di bawah Senat Mahasiswa (SEMA) dan Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM)
tingkat fakultas tanpa adanya koordinasi di tingkat universitas. Menurut
kejadian tersebut, terlihat bahwa pergerakan mahasiswa sampai mendapat perhatian
dari pemerintah. Walaupun respon pemerintah tidaklah selalu mendukung,
setidaknya apa yang diaspirasikan mahasiswa mampu tersampaikan ke sasaran.
Dalam lingkup internal, SEMA pernah
merangkul UKM untuk bersatu. Setelah itu berubah nama menjadi FKM atau Forum
Komunikasi Kegiatan Mahasiswa. Lalu menjadi SM atau Senat Mahasiswa. Pada tahun
1992 dilaksanakan Kongres II SM UGM yang merupakan tonggak kelahiran Keluarga
Mahasiswa (KM) UGM. Memang tidak berjalan mulus dan perbaikan-perbaikan terus
dilakukan, salah satunya dengan memposisikan Senat Mahasiswa sebagai Lembaga
Legislatif, Badan Eksekutif Mahasiswa sebagai Lembaga Eksekutif, dan Kongres
sebagai Forum Pemegang Kedaulatan Tertinggi mahasiswa UGM. Dua tahun kemudian,
yaitu pada 1994, ditetapkan adanya pemisahan UKM. Sejak saat itu, UKM merupakan
entitas tersendiri yang bertanggungjawab langsung pada rektorat.
Organisasi tersebut hanyalah wadah bagi
pergerakan yang dilakukan oleh mahasiswa UGM. Melalui badan-badan tersebut,
mahasiswa melakukan aksinya sebagai AGENT OF CHANGE, IRON STOCK, dan, SOCIAL CONTROL. Lewat badan-badan itu,
mahasiswa UGM menanggapi isu-isu sosial yang ada dalam masyarakat. Banyak
contoh misalkan mahasiswa ikut berdemo dalam menyuarakan aspirasi terhadap
kebijakan pemerintah. Mahasiswa juga mengadakan aksi sosial, penggalangan dana,
menyelenggarakan debat-debat, seminar maupun diskusi. Misalkan isu yang
baru-baru ini diangkat adalah mengenai kebijakan energi. Mahasiswa UGM sebagai
orang yang berpendidikan juga merasa bertanggungjawab terhadap permasalahan
Negara. Di tengah-tengah kondisi yang semakin buruk ini, mahasiswa UGM dengan
kemampuan dan kapasitasnya sebagai penerus bangsa sering terlibat dalam
forum-forum yang sesuai dengan bidangnya.
Berikut
adalah Organisasi-organisasi Mahasiswa UGM :
- Badan Kelengkapan Keluarga Mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang meliputi :
a. Kongres Mahasiswa
Universitas Gadjah Mada selanjutnya disingkat KMU. Mewujudkan kedaulatan
tertinggi di tangan seluruh mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang setiap tahun
mengadakan Sidang Umum Kongres
b. Senat Mahasiswa
Universitas Gadjah Mada (SMU.) Tugas Senat Mahasiswa Universitas Gadjah Mada :
-
Mengawasi Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas
-
Menyerap dan merumuskan aspirasi anggota Keluarga Mahasiswa Universitas Gadjah
Mada dan menyalurkan kepada BEMU
- Mengeluarkan
memorandum satu dan dua apabila BEMU tidak melaksanakan tugasnya atau
menyimpang dari kebijaksanaan KMU
-
Menjalin koordinasi dengan lembaga legislatif di tingkat Fakultas
c. Badan Eksekutif
Mahasiswa Universitas Gadjah Mada selanjutnya disingkat BEMU. Tugas Badan
Eksekutif Mahasiswa Universitas :
- Melaksanakan segala
ketetapan KMU
- Mewakili mahasiswa
Universitas Gadjah Mada baik ke dalam maupun keluar UGM
- Menjunjung tinggi
AD dan ART KM UGM
d. Senat Mahasiswa
Fakultas selanjutnya disingkat SMF
e. Badan Eksekutif
Mahasiswa Fakultas selanjutnya disingkat BEMF.
f. Himpunan Mahasiswa
Jurusan selanjutnya disingkat HMJ.
2. Unit Kegiatan
Mahasiswa (UKM)
Tugas pokok UKM
merencanakan dan melaksanakan kegiatan ekstra kurikuler di tingkat perguruan
tinggi dalam bidang tertentu sesuai dengan tugas dan tanggung jawabny
Fungsi UKM sebagai
wahana merencanakan, melaksanakan dan mengembangkan kegiatan ekstra kurikuler
di tingkat perguruan tinggi yang bersifat penalaran dan keilmuan, minat dan
kegemaran, kesejahteraan mahasiswa serta pengabdian kepada masyarakat.
Tingkat
Fakultas
Badan
Kelengkapan Keluarga Mahasiswa Universitas Gadjah Mada di tingkat Fakultas
terdiri dari :
1.
Senat Mahasiswa Fakultas disingkat SMF.
SMF mempunyai tugas pokok melaksanakan segala ketetapan SPSMF; membuat
keputusan-keputusan yang dianggap perlu dalam pelaksanaan GBHK mahasiswa
Fakultas; mewakili mahasiswa Fakultas baik ke dalam maupun ke luar Fakultas;
dan melaksanakan rapat kerja bersama HMJ sebulan sekali.
2.
Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas disingkat BEMF
BEMF mempunyai tugas merencanakan dan melaksanakan kegiatan yang berkaitan
dengan jurusannya di bawah koordinasi BEMF berdasarkan SPSMF. BEMF berfungsi
sebagai pelaksanaan kegiatan di tingkat kejurusan.
3.
Himpunan Mahasiswa Jurusan disingkat HMJ, khusus bagi fakultas yang mempunyai
jurusan.
Tugas dan fungsi HMJ. HMJ berfungsi sebagai pelaksanaan kegiatan di tingkat
jurusan yang mempunyai tugas merencanakan dan melaksanakan kegiatan yang
berkaitan dengan jurusannya di bawah koordinasi BEMF berdasarkan SPSMF.
BEM KM UGM sendiri adalah Lembaga
Eksekutif tingkat universitas di UGM. Sebagai sebuah lembaga, tentu saja BEM KM
memiliki struktur lembaga yang terdiri dari Presiden, para menteri dan
sekretaris serta bendahara. Beberapa kementerian BEM KM UGM 2012 antara
lain Koordinator Kebijakan Eksternal, Kajian Strategis dan Kebijakan,
Pengembangan Wacana, Jaringan Komunikasi, Riset dan Data, Kebijakan Internal,
Pengabdian Masyarakat, Komunikasi dan Informasi, Aksi dan Propaganda, Advokasi,
dan lain sebagainya. Terhitung ada 14 kementerian yang ada dalam BEM KM saat
ini. BEM KM UGM tahun 2012 memiliki kabinet Cinta, Cita, dan Karya.
UGM memiliki lembaga yang bertujuan
mewadahi aspirasi mahasiswa tingkat universitas atau yang lebih dikenal dengan
BEM KM UGM. Selain di tingkat universitas,di tingkat fakultas juga terdapat
beberapa lembaga dengan fungsi yang sama sebut saja BEM KMFA UGM (Fakultas
Farmasi), BEM KM FMIPA UGM (MIPA),BEM FEB UGM (Ekonomika dan bisnis),BEM FT UGM
(Teknik) dan lain sebagainya. Lembaga tersebut memiliki fungsi yang sama namun
berbeda tingkat,model dan struktur dengan BEM KM UGM.
BEM KM UGM turut serta mengawasi
jalannya pemerintahan di Negara ini. Misalnya, isu terakhir yaitu tentang
Kriminalisasi KPK. Pada tanggal 6 Oktober 2012, BEM KM UGM mnegadakan aksi
untuk mendesak Presiden SBY agar membantu KPK dalam penuntasan kasus simulator
SIM. Aksi tersebut sebagai bentuk protes atas penyerbuan gedung KPK oleh Polisi
dan atas kriminalisasi penyidik lembaga antikorupsi tersebut. aksi itu
juga meminta presiden dan seluruh jajaran pemerintahannya segera menyatakan
penolakan terhadap upaya kriminalisasi KPK.
Tidak hanya BEM saja yang mengawasi
jalannya pemerintaha di kampus, namun seluruh mahasiswa juga berpartisipasi. Misalnya
pada pemilihan rector UGM. Para mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aliansi
Peduli UGM menentang aturan dalam pemilihan rector yang dibuat MWA (Majelis
Wali Amanat) karena merasa tidak didasarkan pada keadilan.
Itulah penjelasan mengenai Pergerakan
Mahasiswa UGM. Jadi tidak hanya BEM saja yang berpartisipasi, tapi seluruh
mahasiswa juga turut berpartisipasi.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar