Kebutuhan dasar manusia amat sangat banyak, khususnya masyarakat Indonesia. Mereka berhak untuk mendapat kehidupan yang layak, kesejahteraan, keadilan, dan sebagainya. Nah, untuk menjamin masyarakat agar terpenuhi kebutuhan dan kesejahteraannya dibutuhkan suatu jaminan sosial. Jaminan sosial ini bisa dalam bentuk jaminan hari tua, jaminan kesehatan, dan lain-lain.
Selama ini yang kita tahu, jaminan sosial kebanyakan dikelola oleh swasta dan yang memiliki jaminan sosial hanya beberapa golongan orang yaitu orang-orang yang "berduit", sedangkan masyarakat dengan ekonomi lemah tidak memilikinya.
Sebenarnya, sejak tahun 2009, pemerintah sudah menggagas dibentunya suatu jaminan sosial yang bisa mencakup seluruh lapisan masyarakat, yaitu SJSN (Sistem Jaminan Sosial Nasional), dan pada tahun itu juga semestinya sudah dibentuk UU BPJS (Badan Pengelola Jaminan Sosial), akan tetapi hampir setahun tidak tercapai kesepakatan di antara sejumlah kementerian sehingga RUU BPJS dikembalikan lagi ke masing-masing kementerian untuk dibahas lagi namun juga tidak tercapai kesepakatan. Nah, rencananya, mulai tahun 2014, SJSN ini akan diberlakukan, namun sampai saat ini masih banyak juga pro dan kontra dari masyarakat, so, let see it...
SJSN sendiri merupakan sistem jaminan sosial yang sistematik yang bertujuan untuk bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Apabila dilaksanakan dalam waktu dekat, SJSN dapat menjangkau seluruk masyarakat selama 5 tahun. Kerja dari SJSN ini adalah, masyarakat membayar iuran sekitar 27ribu/bulan. Iuran ini akan ditampung dan dikelola oleh BPJS sedemikian rupa dalam bentuk jaminan kesehatan, jaminan hari tua, jaminan kematian, jaminan kecelakaan kerja dan jaminan pensiun. BPJS ini juga merupakan gabungan beberapa perusahaan asuransi pemerintah maupun BUMN.
Menurut saya, ide SJSN ini bagus, masyarakat tidak perlu bingung lagi saat mereka kekurangan uang untuk membayar biaya rumah sakit misalnya, mereka akan mendapatkan keringanan biaya karena mereka memiliki jaminan kesehatan yang uangnya mereka tabung dalam bentuk iuran tiap bulan kepada BPJS. Terutama untuk masyarakat dengan ekonomi lemah, mereka menjadi tidak merasa sangat terbebani dengan biaya rumah sakit (misalnya) yang dibayar hanya dalam beberapa hari karena mereka memliki jaminan kesehatan yang telah mereka bayar tiap bulan. Jadi, SJSN ini merupakan bentuk tabungan untuk sesuatu hal yang urgent, yang akan meringankan beban masyarakat. Akan tetapi, banyak juga yang memprotes kebijakan ini, justru malah dari masyarakat ekonomi lemah, misalnya buruh. Mereka beranggapan bahwa dengan SJSN ini justru akan membebani mereka, gaji mereka sebulan akan terkurangi, mereka merasa dikhianati oleh pemerintah yang seharusnya memberi mereka jaminan berupa jamkesmas dan jamkesda. Mereka menganggap dengan SJSN ini mereka akan terhapus menjadi anggota jamkesmas dan jamkesda beralih ke SJSN yang dalam pelaksanaannya diwajibkan membayar iuran.
Naaahh, inilah tantangan dari SJSN. Bagaimana cara agar seluruh masyarakat mau untuk melaksanakan program SJSN ini. Apakah masyarakat mau membayar iuran dan apakah mereka mau berurusan dengan birokrasi. Karena mereka berpikir bahwa ngapain bayar sesuatu hal yang masih belum jelas terjadi apa enggak, misalnya, mereka berpikir untuk urusan sakit masih bisa diurus nanti saja kalau terjadi. Lalu, masyarakat mungkin juga akan ragu terhadap badan pengelolanya, jika mereka yang telah iuran namun uangnya tidak tergunakan, mereka berpikir, dibawa kemanakah uang yang telah mereka bayar.
Oleh karena itu, kepercayaan terhadap badan asuransi harus tertanam pada jiwa masyrakat agar mereka bisa mengikuti kebijakan SJSN ini dengan pikiran yang positif demi kesejahteraan masyarakat sendiri.
The Incredible of Life
Sabtu, 17 November 2012
Jaminan Sosial ?? SJSN ?? Apasih ?????
Kamis, 25 Oktober 2012
Mahasiswa Indonesia !
PERGERAKAN MAHASISWA
NASIONAL
“Bangun Pemudi Pemuda Indonesia
Lengan bajumu singsingkan untuk Negara
Masa yang akan datang, KEWAJIBANMUlah
Menjadi TANGGUNGANMU terhadap NUSA
Menjadi TANGGUNGANMU terhadap NUSA
Sudi tetap berusaha, hati JUJUR serta IKHLAS
Tak usah banyak bicara, trus KERJA KERAS
Hati TEGUH dan LURUS
Pikir tetap JERNIH
Bertingkahlaku HALUS, HAI PUTRA NEGERI !
Bertingkahlaku HALUS, HAI PUTRA NEGERI!”
PEMUDI-PEMUDA, BANGKITLAH SEMUA
MARI MEMBANGUN BANGSA
BANGSA NAN MERDEKA !!!
Apabila kita mendengar kata Pergerakan Mahasiswa Nasional,
maka yang terbersit pertama kali di pikiran kita adalah aksi demo, anarkis dan
sebagainya, namun, persepsi itu tidah seluruhnya benar. Gerakan mahasiswa
nasional adalah kegiatan kemahasiswaan yang ada di dalam maupun di luar
perguruan tinggi yang dilakukan untuk meningkatkan kecakapan, intelektualitas
dan kemampuan kepemimpinan para aktivis yang terlibat di dalamnya .Jadi,
pergerakan mahasiswa tidak sepenuhnya identik dengan aksi demo dan anarkis.
Gerakan mahasiswa merupakan gerakan pengusung berbagai perubahan.
Sebenarnya, pergerakan mahasiswa nasional sudah dimulai
sejak dulu pada masa kolonialisme Belanda. Berikut adalah beberapa gerakan
mahasiswa nasional di Indonesia :
1. Tahun 1908
a.
Boedi Oetomo
Merupakan pergerakan mahasiswa pertama kali di Indonesia. Didirikan oleh
pemuda pelajar mahasiswa dari STOVIA di Jakarta 20 Mei 1908. Wadah ini
merupakan refleksi sikap kritis dan keresahan intelektual terlepas dari
primordialisme Jawa yang ditampilkan. Misi utama organisasi ini adalah untuk
menumbuhkan kesadaran kebangsaan dan hak-hak kemanusiaan di kalangan rakyat
Indonesiauntuk memperoleh kemerdekaan dan mendorong semangat rakyat melalui
penerangan-penerangan pendidikan yang diberikan untuk berjuang membebaskan diri
dari penindasan kolonialisme.
Kehadiran organisasi ini menandai munculnya sebuah angkatan pembaharu
dengan kaum terpelajar dan mahasiswa sebagai actor terdepannya.
b.
Perhimpunan Indonesia (Indische Vereeniging)
Merupakan organisasi pelajar dan mahasiswa Hindia di Belanda tahun 1908.
Awalnya, tujuan utama organisasi ini hanya untuk mengadakan pesta dansa dan
pidato-pidato, namun sejak Ki Hajar Dewantara masuk tahun 1913, mereka mulai
memikirkan mengenai masa depan Indonesia, semenjak itu organisasi ini memasuki
kancah politik. Organisasi ini menerbitkan sebuah majalah yaitu Hindia Poetra
sebagai sarana untuk menyebarkan ide-ide antikolonial.
2.
Tahun 1928
Dari kebangkitan kaum terpelajar,
mahasiswa, intelektual dan aktivis pemuda itulah, munculnya generasi baru pemuda
Indonesia yang memunculkan Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928. Sumpah Pemuda
dicetuskan melalui Kongres Pemuda II. Sumaph Pemuda merupakan bukti otentik
bahwa pada tanggal tersebut Bangsa Indonesia dilahirkan.
“Kami poetera
dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah air
Indonesia”
“Kami poetera
dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia”
“Kami poetera dan poeteri Indonesia,
mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia”
3.
Tahun 1945
Dinamika pergerakan nasional ditandai
dengan kehadiran kelompok-kelompok studi. Akibat kondisi pendidikan maupun
politik pada masa kependudukan Jepang jauh lebih represif daripada masa
colonial, segala organisasi pelajar dan mahasiswa dibubarkan. Akhirnya kebanyakan
mahasiswa meimilih untuk lebih mengarahkan kegiatan dengan berkumpul dan
berdiskusi bersama. Peristiwa penting pada tahun ini adalah peristiwa
Rengasdengklok, ketika para pemuda terpaksa menculik dan mendesak Soekarno dan
Moh. Hatta agar segera memproklamirkan kemerdekaan.
4. Tahun 1966
Para mahasiswa membentuk Kesatuan Aksi
Mahasiswa (KAMI) pada tanggal 25 Oktober 1966 yang merupakan hasil kesepakatan
sejumlah organisasi. Tujuan utamanya agar para aktivis mahasiswa lebih
terkoordinasi dan memiliki kepemimpinan dalam melancarkan perlawanan terhadap
PKI.
5.
Tahun 1974
Pada tahun ini, generasi 1974 mengalami
konfrontasi dengan militer. Sebenarnya, sebelum tahun 1970-an para mahasiswa
telah melancarkan berbagai kritik dan koreksi terhadap praktek kekuasaan rezim
Orde Baru.
Diawali dengan reaksi terhadap kenaikan
harga BBM, lahir gerakan “Mahasaiswa Menggugat” yang dimotori oleh Arif Budiman
dengan misi aksi pengecaman terhadap kenaikan BBM dan korupsi. Kemudian pemuda
dan mahasiswa mengambil inisiatif dengan membentuk Komisi Anti Korupsi (KAK)
yang diketuai oleh Wilopo. Pada masa ini, berbagai borok pemerintahan Orde Baru
mencuat. Gerakan Mahasiswa di Jakarta meneriakkan isu “GANYANG KORUPSI” sebagai
salah satu tuntutan “TRITURA BARU” dan muncul Peristiwa MALARI.
6.
Tahun 1977-1978
Pada periode ini terjadi pendudukan militer
di kampus-kampus, karena mahasiswa dianggap telah melakukan pembangkangan
politik dan banyak melakukan aksi di kampus. Meski demikian, pergerakan
mahasiswa 1978 telah meletakkan sebuah dasar sejarah, yakni tumbuhnya
keberanian mahasiswa untuk menyatakan sikap terbuka dalam menggugat bahkan
menolak kepemimpinan nasional.
7. Tahun 1998
Gerakan 1998 menuntut reformasi dan
dihapuskannya KKN, para mahasiswa melakukan aksi pendudukan gedung MPR/DPR akhirnya
memaksa Presiden Soeharto melepaskan jabatannya. Berbagai tindakan represif
dilakukan pemerintah yang menewaskan aktivis mahasiswa untuk meredam gerakan
ini. Mahasiswa pun berjanji akan terus mengawal reformasi dengan 6 visinya:
amandemen konstitusi, cabut dwi fungsi TNI, penegakkan supremasi hukum, otonomi
daerah, budayakan demokrasi, serta mengadili Soeharto dan kroninya. Akan tetapi,
perjalanan mengawal 6 visi reformasi terhalang. Salah satu partai politik mulai
melakukan kaderisasinya dengan pengakaran melalui pembentukan jaringan dari
skala besar (kampus/wilayah/provinsi) hingga ke skala kecil (lingkup jurusan
dan angkatan). Pergerakan pun sedikit demi sedikit mulai dikurangi porsinya.
Mahasiswa yang telanjur menjadi kader parpol tersebut praktis mengikuti apa pun
yang disampaikan dewan syuro parpol terkait. Sebaliknya, mahasiswa yang
telanjur terbiasa menyuarakan hati nurani rakyat terpaksa didepak dari
kaderisasi
Dan momen rencana kenaikan BBM
bersubsidi pada awal April adalah momen kembalinya munculnya pergerakan
mahasiswa yang sayangnya justru dari aliansi kiri. Maka jangan heran dengan
model aksi mereka yang rusuh dan memakan korban karena ini sesuai dengan nilai
revolusi yang diusungnya. Nama mahasiswa pun tercoreng. Sayangnya, gerakan
kanan sudah telanjur memiliki kontrak politik terhadap partai yang saat ini
berkoalaisi dengan partai penguasa hingga suara gerakan kanan pun nyaris tak
terdengar.
Langganan:
Komentar (Atom)


